Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

November 12, 2013

Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja.
Tak melawan, mengikhlaskan semuanya. 
Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. 
Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. 
Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. 
Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. 
Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. 
Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.

—Tere Liye, novel ‘Daun yang jatuh tak pernah membenci angin

Oktober 21, 2013

Aku Memilih Cinta

Saat ketika bertemu cinta
Aku mengadu padaMu
Ku curahkan segala isi di dalam hatiku
Aku terus meminta petunjuk padaMu
Untuk menjawab segala pertanyaanku
Apakah aku jatuh cinta?
Dan dengan seketika ada keyakinan yang sangat
membuncah di dalam dada
Untuk membangun sebuah cinta
Membangun cinta dengan pondasi yang kokoh
di bawah naungan cintaMu
Kepadamu calon suamiku, aku memilih cinta 
Berikhtiar untuk menggenapkan separuh agama
dan memuliakan sunnah Rasul-Nya
Merajut cinta sepenuh hati
Untuk ibadah kepada Allah.
Untaian doa tak pernah henti terucap
Rangkaian syukur selalu menyelimuti
Semoga niatan ini sampai tujuan
Serta iman dan sabar terus menengahi
Hingga mengahdirkan Ridha, Rahmat dan Barakah
Dan cinta kita menjadi istana,
Tinggi menggapai syurga.

Februari 22, 2013

Surat Untuk Pasangan Hidupku

Untuk calon imamku,

Apa kabar kamu yang masih di genggaman Allah?
Sedang apa kamu disana?
Sebigitu sulitkah kau mencariku?
Rasanya geram terhadapmu, apa kamu tidak mempunyai sinyal untuk mencariku?
Apa kamu tersesat saat mencariku?
Bukannya kau sudah diberi petunjuk olehNya untuk menemukanku?

Untuk lelaki penggenap dien-ku,
Aku disini melantunkan doa untukmu
Aku yakin kau adalah lelaki yang diplihkan Allah untukku
Walaupun aku tak tau sampai saat ini dimana keberadaanmu..
Aku selalu mencarimu tapi mengapa begitu sulit menemukanmu..
Tetapi aku tak pernah letih menunggumu hingga di ujung waktu

Untuk lelaki pemilik tulang rusukku,
Aku tak pernah khawatir tentang dirimu
Aku selalu percaya bahwa kamu adalah pilihan terbaik untukku
Karena Allah yang telah memilihmu sebagai pemilik tulang rusukku
Dan aku begitu yakin bahwa kau lah yang akan membimbingku kelak
Datanglah dimimpi dan lamunanku,
Tegur aku yang sudah mulai terlena akan dunia ini kembali,
Untuk lelaki yang mengisi hatiku,
Aku memang wanita biasa,
Aku memang akhwat biasa
Tetapi aku akan selalu berusaha
Aku akan berusaha menjadi makmum yang baik.
Aku sedang belajar bagaimana menjadi makmum yang baik untukmu..
Aku sedang belajar bagaimana menjadi,Istri dan Ibu yang baik untuk anak-anak kita kelak..
Untuk lelaki yang akan menjadi sandaran hatiku,
Mari kita sama-sama belajar,
Belajar untuk lebih baik,
Memeperbaiki diri
Memantaskan diri
Agar kelak kita menjadi orangtua yang baik untuk anak-anak kita

Untuk lelaki yang masih dalam tanda tanya,
Mari kita luruskan niat kita
Dekatkan selalu diri kita  kepada Allah
Agar kelak kita segera di pertemukan
Di bawah naungan cintaNya
Dan bersatu, bersama menuju keabadian syurga



November 02, 2012

Cintamu Padaku

Cintamu padaku
adalah kerinduan waktu
memeluk bisa di batu-batu
saat gerimis jatuh

Cintamu padaku
adalah ketabahan matahari
tatkala menumbuhkan mawar di nadi sunyi

Cintamu padaku
adalah keindahan purnama
kala meneteskan cahaya
pada lara

Cinta tanpa musim itu
memberi napas dan sayap
pada beribu puisi abadi
tentang kita

: Pernakah?
kusampaikan?

-Helvy Tiana Rosa-